MAKALAH FATIH AL-SUWAR



MAKALAH
FATIH AL-SUWAR
Untuk Memenuhi Salah satu Pada Tugas Mata Kuliah “Ulumul Qur’an
Dosen Pengampu : Maya Aufa,S.Th.I,M.Si



Disusun Oleh:
v  Sandi Ramadani
v  Tb Badrul Huffaz
v  Iwan Wahyudin
v  Saefullah
v  Saepullah
v  Wahyuddin
v  M.Nurrohim

                                                             BSA/1      

FAKULTAS USULUDDIN DAKWAH DAN ADAB
IAIN SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN
TAHUN  2016-2017


BAB I

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Belajar Al-Qur’an telah banyak dilakukan oleh para ulama dan sarjana tempo dulu, termasuk para sahabat pada zaman rasullullah saw. Hal itu tidak lepas dari disiplin dan keahlian yang dimiliki oleh mereka masing-masing. Ada yang mencoba mengkolaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimanan hiistoris, bahasa dan sartra, pengkodifikasian, kemukjizatan penafsiran serta telah kepada huruf-hurufnya.
Kondisi semacam itu bukan hanya merupakan tanggung jawab seorang muslim nuntuk memahami bahasa-bahasa agamanya. Tetapi sudah berkembang kepada nuansa lainyang menitik beratkan kpada study yang bersifat ilmiah yang memberikan kontribusi dalam perkembangan pemikiran dalam dunia islam. Kalangan sarjana barat banyak melibatkan diri dalam mengkaji Al-Qur’an, dengan motifasi dan latar belakang kultural maupun intelektual ytang berbeda-beda. Al-Qur’an sebagai mana diketahui terdiri dari 114 surat, yang diawali dengan beberapa macam pembukaan(fawatih as-suwar), diantara macam surat yang tetap aktual pembahasannya hingga sekarang ini huruf muqatha’ah.
Menurut watt huruf-huruf yang terdiri dari alphabet(hijaiyah) ini, selain mandiri juga mengandung banyak misterius, karna sampai saat ini belum ada pendapat yang dapat menjelaskan maswalah itu secara memuaskan
   B.     Rumusan masalah
Bagaimana  pengertian fawatih as-suwar?
Bagaimana macamacam fawatih as-suwar?
Bagaimana pengertian dari khawatim as-suwar?
   C.     Tujuan
Untuk mengetahui pengertian Fawatih As-Suwar
Untuk mengetahui macam-macam Fawatih As-Suwar dalam Al-Qur’an.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Fawatih As-Suwar
Istilah As-Suwar terdiri dari dua kata, yaitu fawatih dan as-suwar. Fawatih merupakan jamak taksir dari surah, yang berarti surah, dan as-suwar secara harfiyah berarti’’pembuka surtah-surah’’.
   Berdasarkan makna harfiah diatas, secara istilah fawatih as-suwar berarti suatu ilmu yang mengkaji tentang bentuk-bentuk huruf, kata, atau kalimat permulaansurah-surah al-Qur’an. Tokoh yang banyak mengkaji mengenai fawatih as-suwar adalah ibnu Abi Al-Isba’dengan karyanya Al-Khawatir Asawanih fi asrar Al-Fawatih. Para musafir setelahnya, ketika membahas ilmu fawatih As-Suwar, banyak merujuk terhadap buku tersebut.[1]

B.    Macam-macam Fawatih As-suwar
Surtah-surah Al-Qur’an dimulai dengan berbagai bentuk. Ia dimulai dengan bentuk yang berfariasi; ada yang sama dan ada pula yang berbeda. As-Suyuti dengan merujuk kepada ibnu Abi Al-Isba’, membagi bentuk-bentuk huruf, kata, atau kalimaat pembukaan surah-surah Al-Qur’an itu kepada sepuluh macam, yaitu sebagai berikut.
a.         Surah-surah yang dimulai dengan pujian (ats-tsana’). Terdapat empat belas surat yang diawali dengan pujian, yaitu tahmid, tabaraka, dan tasbih. Yang menggunakan lafadz tahmid terdiri dari lima surat {Al fatihah, Al an’am, Al kahfi, saba, dan fathir}. menggunakan lafadz tabaraka dua surah{Al-Furqan dan Al-Mulk}, dan yang menggunakan lafadz tasbih berjumlah tujuh surat{Al-Isra, Al-A’la, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Shaff, Al-Juma’ah dan Al-Taghabun.
b.        Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah atau huruf muqatha’ah (huruf potong). Terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf potong tersebut. Adapun 29 surat itu terdiri dari 5 bentuk, yaitu sebagai berikut.
1.      Surat yang dimulai dengan satu huruf. Hal ini terdiri dari tiga surat yaitu surat Qaf  yang dimulai dengan huruf ق, Surat Al-Qalam yang di mulai dengan huruf ن, dan surat shad yang dimulai dengan huruf ص.
2.      Surat yang dimulai dengan dua huruf. Hal ini berjumlah sepuluh surat; 7 surat dimulai dengan ()حم, dan tiga surat lainnya adalah Surat Thaha yang dimulai dengan طه, Surat yasin yang dimulai dengan يس, dan Surat An-Naml yang dimulai dengan طس.
3.      Surat yang dimulai dengan tiga huruf, yaitu berjumlah 13 surat. Ada tiga kata yang digunakan Al-Qur’an, yaitu  المsebanyak enam surat (), الر sebanyak lima surat (), dan  طسمdua surat().
4.      Surat yang dimulai dengan empat huruf. Ia berjumlah dua Teredsurat, yaitu Surat Al-A’raf yang dimulai dengan المص dan Ar-Ra’d yang dimulai dengan  المر.
5.      Selain empat bentuk diatas terdapat pula surat yang dimulai dengan lima huruf, yaitu Surat Maryam yang dimulai dengan كهيعص.
c.         Surah yang dimulai dengan panggilan (an-nida). Hal ini berjumlah sepuluh  surat, lima diantaranya panggilan kkepada nabi muhamad saw, dan lima lainnya panggilan kpada umat.
Panggilan kepada nabi menggunakan tiga ungkapan.
Surah yang dimulai dengan panggilan (يأيهاالنبي) terdapat pada surat Ath-Thalaq, Al-Ahzab, At-Tahrim. Sedangkan panggilan( يأيها المزملdanيأايها المدثر ) msing-masing terdapat dalam surat Al-Muzzamil dan surat Al-Muddatsir.
Panggilan kepada umat menggunakan dua ungkapan, yaitu  يأايها اناس yang terdapat didalam surat An-Nisa dan Al-Haj sedangkan panggilan يأايها الدين امنوا terdapat didalam surat Al-Maidah, Al-Mumtahanah, dan Al-Hujarat.
d.        Surat yang dimulai dengan jumlah khabariyah(kalimat berita).Terdapat 23 surat , Al-Anfal dan surat Al-mukminun yang masing-masing  dimulai dengan dan
e.         Surat yang dimulai dengan qasam (sumpah) , yang berjumlah 15 surat. Diantaranya surat Al-Buruj, Al-Ashr, dan As-Syam.
f.         Surat yang dimulai dengan jumlah syartiyah. Terdapat tujuh surat yang dimulai dengan bentuk seperti ini, diantaranya Surah Al-Waqi’ah, Az-Zalah, dan Al-Nashr.
g.        Surat yang dimulai dengan kalimat perintah(al-amr) yang terdiri dari 6 surah, yaitu Surat Al-‘Alaq, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, An-Nash, Al-Falaq, Al-A’la.
h.        Surat yang dimulai dengan peretanyaan (ishtifham).  Terdapat 6 surat yang dimulai dengan pertanyaan, diantaranya surat Al-Insan, dan Al-Ma’un.
i.          Surat yang dimulai dengan do’a atau harapan. Hal ini berjumlah tiga surat, yaitu surat Al-Muthaffifin, Al-Humazah, dan Al-Lahab.
j.          Surat yang dimulai dengan ‘ilat (ta’lil).[2]

C.        pengertian khawatim As-Suwar
Sebagai pembuka surah, penutup surahpun memiliki keindahan tertentu. Alasannya, penutup surat merupakan ahir kesan yang didengar (dibaca) dari surat yang bersangkutan. Oleh karena itu, penutup surat memuat kandungan yang sarat dengan makna.[3]
Istilah “khawatim” adalah bentuk jama’ dari”khatimah” , yang berarti penutup atau penghabisan. Menurut bahasa, “Khawatim as-Suwar” berarti penutup surah-surah al-Qur’an. Menurut istilah, “khawatim As-Suwar” adalah ungkapan yang menjadi penutup dari surah-surah Al-Qur’an yang memberi isyarat berahirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan sesudahnya.
Imam Al-Syuyuti dalam membahas Khawatim As-Suwar tidak begitu terprinci sebagai mana menrangkan fawatih As-Suwar. Ia menerangkan beberapa bentuk term sebagai penutup dari surah-surah tersebut. Disitu diterangkan bahwa penutup surat diantaranya berupa do’a, wasiat faraid, tahmid, tahlil, nasihat-nasihat, janji dan ancaman, dan lain-lain (As-Syuyuti, ibid., tt: 107).[4]
Menurut sementara penelitian,  sedikitnya ada 16 macam khawatim Al-Suwar (Supiana, op.cit., 2002:  178):
1.        Penutupan dengan menggunakan Allah (Ast-Ta,dzim). Penutupan inin terdapat pada 17 surat yaitu, Al-Maidah, Al-Anfal, Al-Anbiya, An-nur, Lukman, Fatir, Fusilat, Al-Hujarat, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Jum’ah, Al-Munafiqun, At-Thaghabun, At-Thalaq, Al-Jin, Al-Mudasir, Al-Qiyamah, dan Al-tin.
2.        Penutupan dengan anjuran ibadah dan tasbih (Al-ibadah wa Al-Tasbih), penutupan ini terdapat pada enam surat, yaitu surat Al-A’raf, Al-Hijr, Al-Thur, Al-Najm, Al-‘Alaq.
3.        Penutupan dengan pujian  (Al-Tahmid) walaupun pujian ini tidak persis diahir surat, melainkan sebelumnya, tetapi tetap digolongkan sebagai penutup. Penutupan ini terdapat pada sebuah surat, yaitu surat Al-Ishra, Al-Naml, Yasin, Al-Shaf, Al-Shafat, Al-Zumar, Al-Jatsiyah, Al-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Haqah, dan Al-Nashr.
4.        Penutup dengan do’a
Penutup ini terdapat pada surat Al-Mukmin dan Al-Baqarh.
5.        Penutup dengan wasiyat
Penutup ini terdapat pada 7 surat yaitu, Al-Rum, Al-Duhan, Al-Shaf, dan Al-A’la, Al-Fajr, Al-Duha, dan Al-Ashr
6.        Penutupan dengan perintah dan masalah taqwa
       Penutupan ini terdapat pada surat Al-‘Imran, An-Nahl, dan Al-Qamar.
7.        Penutupan dengan masalah kewarisan , penutupan ini terdapat pada surat An-Nisa.
8.        Penutupa dengan janji dan ancaman, (Al-Wa’d wa Al-Wa’id), penutupan ini antara lainterdapat pada surat Al-Muzzamil, Al-Humazsah.
9.        Penutupan dengan hiburan Nabi Muhammad saw, penutupan ini antara lain, terdapat pada surat Al-Kautsar, Al-Kafirun.
10.    Penutup dengan sifat-sifat Al-Qur’an. Penutup ini antara lain terdapat pada surat yusuf, Shad, dan Al-Qalam.
11.    Penutup dengan bantahan (Al-Jadl). Penutup ini antara lain terdapat pada surat Al-Rad.
12.    Penutup dengan ketahuidan. Penutup ini antara lain terdapat pada surat Al-Taubah, Ibrahim, A-Kahfi dan Al-Qhasash.
13.    Penutup dengan kisah. Penutupan ini antara lain terdapat pada surat Maryam, Al-Tahrim, ‘Abasa, Al-Fil.
14.    Penutupan dengan anjuran jihad. Penutupan ini antara lain terdapat pada surat Al-Hajj.
15.    Penutupan dengan perincian maksud. Penutupan ini antara lain terdapat pada surah A-Fatihah, As-Su’ara dan Al-Takwir.
16.    Penutupan dengan pertanyaan. Penutupan ini antara lain Terdapat pada surat Al-Mulk, Al-Tin dan Al-Mursalat.[5]















BAB III
Kesimpulan
            Menurut bahasa, fawatih adalah jama’ dari kata fatih yang berarti awalan atau pembuka. Sedangkan suwar adalah jama’ dari kata surah yang berarti sekumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang diberi nama tertentu. Jadi fawatih As-Suwar adalah beberapa pembuka dari surah-surah Al-Qur’an / beberapa macam awalan dari surah-surah al-Qur’an.
            Menurut imam Al-Qasthalani, dalam kitabnya lathaiful layarati, fawatihush suwar dibedakan menjadi 10 macam, yaitu: pembukaan dengan pujian kpd allah swt, pembukaan dengan huruf-huruf yang terputus, pembukaan dengan nida / panggilan, pembukaan dengan jumlah khabariah, pembukaan dengan sumpah / qasam, pembukaan dengan sarat, pembukaan dengan fi’il amr, pembukaan dengan pertanyaan, pembukaan dengan do’a,  dan pembukaan denga alasan.

















DAFTAR PUSTAKA

DR. Kadarm.Yusuf,M.Ag, Studi Al-Qur’an, (Jakarta : Amzah, 2015), Teku Muh. Hasbi Ash-shiddieqy, Ilmu-ilmu Al-Qur’an (ulumul Qur’an), pstaka rizki putra, Acep Hermawan, M.Ag, Ilmu-ilmu memahami wahyu (ulumul Qur’an),bandung 2013. 



[1]DR. Kadarm.Yusuf,M.Ag, Studi Al-Qur’an, (Jakarta : Amzah, 2015), h.53.
[2] DR. Kadarm.Yusuf,M.Ag, Studi Al-Qur’an, (Jakarta : Amzah, 2015), hal.54
[3] Teku Muh. Hasbi Ash-shiddieqy, Ilmu-ilmu Al-Qur’an (ulumul Qur’an), pstaka rizki putra, semarang, 2013,  hal. 33
[4] Acep Hermawan, M.Ag, Ilmu-ilmu memahami wahyu (ulumul Qur’an), bandung 2013 ,hal.105 
[5] Acep Hermawan, M.Ag, Ilmu-ilmu memahami wahyu (ulumul Qur’an),bandung 2013.  hal.107


 




 

Komentar